Tampilkan postingan dengan label eksport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eksport. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2015

Aesthetic and Minimalist Design - Dominos for iOS

Posted by : Putri Indo Pertiwi | 8.57 pm


Setelah menganalisa 3 prinsip Heuristic Evaluation atau HE oleh Jakob Nielsen yang belum sepenuhnya diimplementasikan oleh aplikasi order online Dominos (Domino's Pizza Indonesia) berbasis iOS, di postingan ini saya akan melanjutkan prinsip ke -4 yaitu Aesthetic and Minimalist Design.

Di prinsip ini, aplikasi diharapkan memiliki tampilan yang tidak rumit dan nyaman dilihat oleh mata manusia. Penggunaan warna, penempatan menu, text, button dan segala atribut terkait sangat mempengaruhi penilaian dari prinsip ini. Dari hasil analisa saya, untuk warna dan text, aplikasi ini sudah cukup baik dan konsisten. Namun, ada beberapa masalah tampilan dan penempatan yang saya rasa masih belum sempurna, yaitu :

1. Penempatan navigation bar yang memicu keambiguan.


Pada halaman Home, aplikasi menyediakan navigation bar yang berisi Promotions, Value Deals, Pizza, dan navigation lainnya. Masing-masing navigation tersebut dapat di swipe ke kanan atau ke kiri. Di screenshot layar awal, tampilan navigation Promotions berisi beberapa gambar berbentuk poster promosi Domino's Pizza Indonesia pada saat ini. Masalahnya adalah, pada saat saya mencoba swipe layar ke kiri, lalu muncul navigation Value Deal, tampilan dibawah navigation tetap berada di Promotions. Padalah sebenarnya, navigation Value Deal tersebut harus di tekan terlebih dahulu lalu muncullah isi Value Deals yang sebenarnya jauh berbeda dengan isi dari navigation Promotions. Tetapi dengan adanya swipe ke kanan atau ke kiri, tanpa memikirkan navigation tersebut adalah button yang dapat ditekan, tentu mindset pengguna adalah, isi dari navigation juga akan ikut berubah jika navigation diatasnya berubah.

Rekomendasi perbaikan : Jika memang desain nya memungkinkan pengguna untuk swipe layar ke kanan atau ke kiri, seharusnya isi dari masing masing navigation juga harus mengikuti posisi navigation pada saat itu dan nama navigation tidak perlu ditampilkan dengan menggunakan button. Atau lebih efektif lagi jika navigation ditampilkan disamping kiri dalam bentuk list navigation yang disertai icon untuk mencirikan masing masing navigation.

Severity Rating : 3 = Major Usability Problem (penting untuk diperbaiki sehingga harus diberikan prioritas tinggi dalam perbaikannya)

-----------------------------------------------------------------------------------------

2. Menu Cart dibawah ?


Di aplikasi Dominos, setelah memilih menu yang akan saya pesan, saya harus mengecek daftar pesanan saya di cart untuk mengetahui berapa menu yang telah saya pesan dan berapa total uang yang harus saya bayar. Namun, jika dibandingkan dengan tampilan salah satu online shop yang sering saya kunjungi, jelas saya lebih prefer tampilan adanya cart di kanan atas halaman beserta jumlah item yang telah saya pilih dan total uang yang harus saya bayar. Jadi saya tidak perlu repot-repot ke halaman cart terlebih dahulu lalu melanjutkan memilih pesanan saya lagi di halaman lain.

Rekomendasi perbaikan : Sebaiknya Cart tidak perlu dimasukkan sebagai salah satu menu di menu bar. Cukup dengan meletakkan suatu icon seperti keranjang dikanan halaman beserta jumlah item yang sudah saya pilih dan total uang yang harus saya bayar untuk pilihan item tersebut.

Severity Rating : 2 = Minor Usability Problem (diperbaiki dan diberikan prioritas rendah dalam perbaikannya)


Sumber :
Dominos for iOS


Sabtu, 09 Mei 2015

Ekspor dan Impor Migas, Sudah Seimbangkah?

Posted by : Putri Indo Pertiwi | 9.20 PM


Selamat malam, sebelumnya terimakasih sudah mengunjungi blog saya ! :)

Beberapa waktu lalu, kebetulan saya yang mengambil mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer mendapatkan take home test untuk membuat sebuah visualisasi informasi dari tabel yang terdapat di buku Statistika Indonesia 2014 yang diterbitkan oleh ​Badan Pusat Statistik Indonesia​.

Dan setelah mencoba mengerti tabel-tabel yang ada di buku tersebut, akhirnya pilihan saya jatuh di chapter 14 yang membahas tentang Perdagangan Luar Negeri atau Foreign Trade. Lalu muncul ide untuk membandingkan ekspor dan impor migas(minyak dan gas) dalam beberapa tahun terakhir.




Berhubung saya bukan salah satu mahasiswi yang mendalami teori perekonomian, thanks to google, saya akhirnya menemukan referensi teori mendasar terkait ekspor dan impor, binasyifa.com. Di website tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ekspor dan impor sudah menjadi agenda wajib dalam perdagangan setiap negara. Tujuan utama dari ekspor dan impor sendiri adalah untuk menutupi kekurangan ketersediaan produk suatu negara. Tanpa adanya kegiatan ekspor dan impor, itu artinya ada ketimpangan dalam neraca perdagangan suatu negara.

Namun, berdasarkan doughnut chart dari visualisasi informasi yang telah saya buat, ternyata ekspor migas Indonesia di tahun 2013 lebih kecil persenan-nya bila dibandingkan dengan impor migas pada tahun yang sama. Lalu saya berkesimpulan, Indonesia lebih banyak menerima hasil migas baik yang sudah diolah maupun yang belum diolah dari luar negeri daripada mengirimkan hasil migas-nya sendiri ke luar negeri untuk diolah.

Kemudian, saya menemukan referensi teori lain masih mengenai ekspor dan impor yaitu josephinejoe.wordpress.com yang menjelaskan bahwa ekspor dan impor mempengaruhi keseimbangan pendapatan nasional. In conclusion, dengan keadaan persen ekspor yang lebih kecil dibandingkan impor, maka di tahun 2013 kemarin keseimbangan pendapatan nasional pun ikut terpengaruh.

Sekian dulu postingan saya kali ini, semoga bermanfaat. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam kesimpulan atau pendapat saya tentang informasi terkait. Tapi tetap, sebagai warga negara Indonesia yang baik, saya berharap semoga pemerintah Indonesia dapat lebih bijak lagi dalam mengatur ekspor dan impor bukan hanya migas tapi juga non-migas. Amin :)


*Thanks to piktochart.com untuk tools dan template yang luar biasa menarik ini! :)