Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juni 2015

Emergent Effects in Multimodal Feedback from Virtual Buttons

Judul Asli : Emergent Effects in Multimodal Feedback from Virtual Buttons

Penulis : ADAM FAETH, Iowa State University
  CHRIS HARDING, Iowa State University

Abstrak Asli :
The continued advancement in computer interfaces to support 3D tasks requires a better understanding of how users will interact with 3D user interfaces in a virtual workspace. This article presents two penelitianes that investigated the effect of visual, auditory, and haptic sensory modalitas feedback presented by a virtual button in a 3D environment on task performance (time on task and task errors) and user rating. Although we expected task performance to improve for conditions that combined two or three modalitas feedback over a single modality, we instead found a significant emergent behavior that decreased performance in the trimodal condition. We found a significant increase in the number of presses when a user released the button before closing the virtual switch, suggesting that the combined visual, auditory, and haptic feedback led participants to prematurely believe they actuated a button. This suggests that in the design of virtual buttons, considering the effect of each feedback modality independently is not sufficient to predict performance, and unexpected effects may emerge when modalitas feedback are combined.

Pengkaji : Putri Indo Pertiwi (G64144052 - Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor)

Kajian :
Virtual button merupakan salah satu komponen penting dari user interface dalam mendukung task 3D di berbagai bidang seperti kedokteran, manufaktur , geoscience , dan engineering. Virtual button bukan hanya mampu memanipulasi secara langsung dan gestural (untuk beberapa task di workspace 3D), tapi juga mampu menemukan dan menghasilkan interface secara alami.


Interaksi dengan 3D Virtual Button

Dalam konteks user interface design, ada asumsi umum bahwa peningkatan jumlah modalitas feedback pada virtual button dapat mempengaruhi peningkatan performa. Untuk membuktikan hal ini, akhirnya peniliti melakukan dua penelitian dalam menyelidiki bagaimana kehadiran modalitas feedback mempengaruhi performa dan perjalanan feedback secara subjektif. Tujuan dipecahnya penelitian ini kedalam dua bagian adalah untuk menguji kontribusi modalitas feedback visual, auditory, dan haptic untuk mencegah kesalahan dan pengurangan waktu yang dibutuhkan dalam menekan button di lingkungan virtual 3D.

PENELITIAN I
Peneliti meminta peserta (12 laki-laki dan 8 perempuan, berusia antara 19 dan 59 tahun) memasukkan 7 digit nomor telepon menggunakan keypad yang menerapkan prinsip virtual button (dengan ukuran 3.0 cm kuadrat pada layar dan tebal 2.5 mm dengan pergerakan 1,5 cm). Lalu peneliti secara acak menentukan urutan kondisi sistem yang disajikan untuk peserta. Kemudian peserta mengulangi tugas selama lima kali dan menyelesaikan penelitian dalam 30 menit. Setelah itu, mereka diberi waktu untuk beristirahat.

Urutan tugas : peserta memasukkan nomor ke keypad(kiri), menilai feedback button(tengah), dan melihat hasil dari tugas(kanan)

Peneliti mempertimbangkan 3 komponen, yaitu waktu penyelesaian tugas, jumlah kesalahan yang dibuat saat memasukkan nomor telepon, dan rating subjektif peserta dari button feedback. Dalam waktu penyelesaian tugas, peneliti menggambarkan waktu pengguna menyentuh, menekan, deactuated, dan merilis setiap button yang ditekan serta menghitung berapa kali unactuated task pengguna (aksi menyentuh dan merilis button tanpa pergerakan).
Setelah itu, peneliti meminta peserta memberikan rating subjektif dari feedback yang diberikan oleh virtual button dengan memberikan sebuah pernyataan, “Button yang sebelumnya memberikan saya feedback yang cukup ketika saya menekan mereka”. Peneliti meminta langsung rating subjektif setelah melakukan setiap tugas untuk mengantisipasi kesulitan peserta dalam mengingat rating setiap kombinasi modalitas feedback yang dilakukan sebelumnya.
Dari 7 variabel penjelas tunggal yang ditentukan oleh peneliti : V , A , H , VA , VH , AH , dan VAH, dan 700 hasil selama percobaan, dua puluh peserta melakukan 5 pengulangan dalam memasukkan nomor telepon per masing-masing kondisi. Peneliti mengukur jumlah kesalahan yang dilakukan per tugasnya dengan menghitung perbedaan antara nomor telepon yang ditetapkan dalam tugas dan nomor yang diputar oleh peserta. Jumlah kesalahan selama kondisi VAH menonjol ketika menilai distribusi kesalahan di setiap kondisi. Peneliti mengharapkan jumlah kesalahan menurun atau tetap sama pada saat jumlah feedback modalitas meningkat (misalnya , V → VA → VAH ), namun peneliti malah menemukan jumlah kesalahan meningkat dalam kondisi trimodal.

PENELITIAN II
Peneliti melakukan penelitian kedua, yaitu mengukur kedalaman tekanan button pada setiap kondisi. Tekanan yang datang pada saat aktuasi dapat memberikan petunjuk tentang mengapa tekanan dirilis diawal. Dengan mengukur kedalaman tekanan button untuk menentukan seberapa dekat peserta (9 perempuan dan 11 laki-laki, dari usia 19 sampai 42 tahun) datang ke titik aktuasi di setiap tekanan. Model button feedback juga ditingkatkan menjadi 3.0 mm dan jarak tempuh button dari 1,5 cm sampai 2.0 cm. Alasannya adalah karena pada penelitian I, peneliti mengamati peserta menekan button lebih jauh dari yang dibutuhkan.
Penelitian kedua memberikan hasil yang sama dengan penelitian pertama. Ketika feedback visual atau auditory ditambahkan ke haptic feedback, ada pengurangan yang terjadi pada kedalaman tekanan. Peningkatan jarak pergerakan pada penelitian kedua tidak mampu menghapus kasus dimana peserta menekan tiga atau empat kali lebih jauh dari yang dibutuhkan. Peneliti mengumpulkan kedalaman tekanan button rata-rata untuk masing-masing peserta dan kondisi. Hasil penelitian menyatakan bahwa feedback VH menunjukkan beberapa efek dalam mengurangi kedalaman tekanan button yang diamati dengan feedback trimodal.
Ketika diperiksa dalam konteks kedalaman tekanan yang berbeda antara kondisi H , AH , VH , dan VAH, peserta mungkin telah merasakan berbagai tingkat kekuatan dari keypad tergantung pada kombinasi dari modalitas. Oleh karena itu, peneliti berhipotesis bahwa feedback visual, auditory, dan haptic memberikan persepsi yang salah kepada peserta bahwa mereka menggerakkan button sebelum mencapai titik aktuasi. Padahal ketika menyajikan kombinasi modalitas visual, auditory, dan haptic, feedback memproduksi sinyal yang kuat dari pasangan sinyal yang disarankan. Hal ini yang menyebabkan peserta melepaskan button sebelum mencapai titik aktuasi, lalu akhirnya percaya mereka sudah menekan button.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah, sebagai desainer sangat penting mengeksplorasi feedback multimodal secara terus menerus untuk menyampaikan transisi antar event. Dan perlu diperhatikan juga bahwa, pada penelitian ini properti tidak akan mudah diamati pada button yang kurang bergerak secara fisik (button-button hanya menghasilkan feedback ketika diaktifkan atau dilepaskan). Di masa yang akan datang, penelitian dapat membahas apakah pengguna menganggap variasi haptic dalam kehadiran isyarat warna dan suara. Peneliti juga berharap temuan mereka akan berhubungan dengan user interface 3D yang lebih kompleks dari tugas entri. Peneliti menemukan bahwa mempertimbangkan efek dari masing masing modalitas yang independen tidak cukup untuk merancang feedback multimodal, yang artinya penting untuk mempertimbangkan bagaimana jumlah dari bagian yang mungkin muncul untuk membuat prilaku feedback yang tak terduga.

Kamis, 19 Februari 2015

Ulasan Blog

Posted by : Putri Indo Pertiwi | 1:05 AM


Awalnya niat banget ngebuat blog pake student.ipb.ac.id -nya kampus, cuma berhubung belum bisa login pake akun LMS ipb (atau emang gue yang terlalu bego) jadilah blogspot ini sebagai alternatif. Masih pemula dalam dunia blog, harap maklum aja ama beberapa gadget atau ukuran font, color, atau penempatan template yang masih (sangat) amburadul ini :")

Agak aneh sih sebenernya curhat pake blog begini, tapi serius, paragraf diatas cuma kata penghantar kok. Niat gue sebenernya buat postingan ini emang buat ngomentarin beberapa blog demi tugas kampus gue, cuma tetep aja harus diceritain dulu dari awal kenapa dan bagaimana hingga blog ini tercipta sampe gue ngetik postingan ini di depan laptop sekarang :D

Tadi, pas pusing banget karna akun LMS yang gabisa nyambung ke student.ipb.ac.id gue nemu di halaman home satu blog mahasiswi IPB yang menurut gue desain template nya bagus. Mungkin doi jago html nya, atau emang karena efek doi itu cewe dan gue cewe (apasih indo...) jadi kerasa gitu sentuhan seninya :"))) ini nih tampilan blog nya ....




Bagus kan? iya bagus!!! dari pemilihan warna background yang menurut gue pas banget ama bunga bunga di header nya, simple tapi sungguh menarik. Tampilan beberapa menu tab seperti 'Home', 'About', dan 'Archives' di atas lengkap dengan 'Search' yang memudahkan pengguna awam seperti gue buat ngeliat postingan doi yang lain. Kemudian ada 'Recent Posts' juga yang memudahkan gue untuk ngepoin lebih jauh lagi postingan doi sebelumnya. Kemudian ada 'Categories' juga yang ngebuat gue lebih mudah lagi cari postingan doi yang sudah dikelompokkan jadi beberapa kategori. Untuk ukuran dan pemilihan jenis font juga lagi lagi menurut gue, ga ribet dan jelas. Overall, doi bisa dengan sangat bijak nyusun penempatan postingan dan tema template nya.....gue suka banget! Ohiya, kalian bisa lihat sendiri di http://risa_seftianingrum12u.student.ipb.ac.id/


Terlepas dari blog nya mba mba yang jago html, gue nemu lagi ama blog-nya mba mba juga dan nemunya masih di student.ipb.ac.id  


kenapaaaaaaa....kenapa yang hitam dan putih itu selalu terlihat classic dan ga neko-neko... suka juga dengan pemilihan tema dan penempatan arsip blog nya. Tapi, ada yang aneh disini...disaat gue perhatiin buat kesekian kalinya, baru gue sadar kalo diatas nama doi "Nursyahidah's...." ada search box nya! hmmm...terlalu kecil mungkin ukuran font nya sampe sampe gue harus lihat beberapa kali dulu baru bisa merhatiin kalo ada search box di bawah header-nya. Untuk menu tab nya juga menurut gue udah oke, cuma lagi lagi, mungkin ukuran font nya kurang gede. Untuk ukuran manusia dengan mata minus satu kaya gue masih kebaca sih, cuma ga ngerti kalo misalnya yang ngeliat manusia dengan mata yang minusnya melebihin gue :(


Dan blog terakhir yang bakal gue komentarin malem ini (udah pagi belum sih?), blog mba mba(lagi?) dan masih nemu di student.ipb.ac.id ((lagi)).



Untuk header dan pemilihan warna background-nya sih gue suka, beberapa gadget di sebelah kiri juga menurut gue cukup dan tidak berlebihan. Untuk tab menu nya juga sangat jelas di bawah header seperti pada umumnya. Tapi..........disaat gue perhatiin bagian postingan-nya, gue rada susah ngebaca setiap tulisannya. Mungkin, pewarnaan di font nya yang kurang tepat dengan main background nya :") kalo dikasih box dengan warna white mendekati transparan di belakang postingannya mungkin isi dari postingan nya bakal kebaca dengan jelas kali ya:) ohya, kalian bisa cek sendiri blog nya doi di http://aulia_dwioktavia.student.ipb.ac.id/


Udahan deh komentar sok expert nya, maaf maaf nih mba mas, mba mba yang punya blog ((kalo kalo aja juga visit blog gue)) kalo ada salah salah kata atau salah salah ketik, gue juga manusia kok sama seperti kalian:)

Selamat Pagi! :D